Tangis VS Tawa

#UntukmUmmi
  • Saya lagi seru-serunya dengerin ceramah dari Ustadz Hanan Attaki di youtube.
  • Sering diulang-ulang juga, biar masuk ke alam bawah sadar.
  • Yang saya dengar kali ini judulnya, “Indahnya Cara Allah Bercanda dengan Hambanya.”
  • Yang paling saya garis bawahi tentang bahasan “tangis & tawa.”
  • Kebanyakan dari kita lebih menyukai tangis atau tawa?
  • Sepertinya cenderung ke tawa ya? Identik dengan tawa.
  • Tapi kenyataannya, setelah tertawa, yang terasa adalah lelah.
  • Kenyataannya, setelah menangis, yang terasa adalah lega.
  • Apalagi jika kita menangis tersebab ingat akan dosa-dosa.
  • Beliau menganalogikan tawa dan tangis ini dengan kopi & air putih.
  • Tawa dengan kopi.
  • Tangis dengan air putih.
  • Kopi sesekali boleh. 1 hingga 2 cangkir sehari.
  • Sementara air putih sehari berapa gelas?
Seperti sabda Rasulullah: “Seandainya jika kalian mengetahui apa yang aku ketahui, kalian pasti akan sedikit tertawa dan banyak menangis. Anas berkata: Maka para sahabat Rasulullah SAW menutupi muka mereka lalu menangis terisak-isak.” (Muttafaq ‘alaih).
  • Yup, bahagia tak harus dengan tawa. Nyatanya setelah menangis, lebih membuatmu lega.
**NB: Tangis karena dosa, saat sholat, & berdo’a.
Shona V.

ummiland.com – Pasti nggak nyaman ya kalau lagi sholat, tiba-tiba pengen buang air kecil lagi. Padahal pas wudhu tadi, udah. Biasanya kalau buang air kecil berulang tapi cuma sedikit yang keluar ini disebut anyang-anyangan. Beda sama beser lho ya. Kalau udah sepuh ya mungkin lebih ke kondisi otot kewanitaan yang memang udah mulai kendur, sehingga susah menahan buang air kecil.

Terlebih lagi kalau pas bulan Ramadan, yang kalau pergi tarawehan menuntut kita lebih lama berada di dalam Mesjid. Belum sholat tarawehannya yang berjumlah 11 & bahkan ada yang 23 rakaat. Wah kalau lagi kena anyang-anyangan bisa berabe tuh.

Selain ingin buang air kecil terus-menerus, ada beberapa gejala/tanda-tanda dari anyang-anyangan:

  • Sering buang air kecil dengan volume yang sedikit
  • Nyeri di bagian panggul jika terjadi pada wanita
  • Pada pria, timbul rasa nyeri di bagian anus
  • Rasa perih saat buang air kecil
  • Merasa kurang istirahat & lelah
  • Urin mengeluarkan bau menyengat, lebih pekat & kadan mengandung darah
  • Demam

Sebenarnya ada sebab ada akibat kan ya. Kenapa kita, terutama kaum wanita lebih mudah terkena anyang-anyangan dibanding kaum pria? Ternyata kebersihan adalah penyebab utama dari anyang-anyangan. Duh duh duh, dalam islam kebersihan itu penting. Kebersihan juga merupakan syarat sah sholat.

Allah itu indah & menyukai keindahan. (HR. Muslim).

Pada keindahan terdapat kebersihan. Makanya ada pepatah arab yang mengatakan, “Kebersihan itu sebagian dari iman.” Tapi kebersihan ini sifatnya berlaku umum lho ya. Hanya saja, kenapa anyang-anyangan banyak diderita wanita, karena saluran kencing wanita posisinya dekat dengan anus. Jadi misalkan nemuin wc duduk yang airnya ngocor dari belakang, nah itu salah. Selagi ada pilihan, pilih deh yang jongkok atau nggak yang ada semprotan tangannya. Sedia tisu atau handuk khusus melap daerah kewanitaan juga, karena celana dalam yang lembab rentan bakteri.

Membilas dari belakang bisa bikin bakteri dari usus besar seperti E.Coli masuk ke saluran kencing yang akhirnya bisa menginfeksi kandung kemih. Jangan lupa perhatiin juga kebersihan celana dalam. Tiap mau sholat nggak ada salahnya ganti celana dalam. Wadu, harus punya banyak stok donk? Aih, pilih mana sakit atau sehat? Sakit itu mahal kan. Sip!

Cara Mencegah Anyang-Anyangan:

1. Menjaga kebersihan terutama di daerah bagian kewanitaan
2. Membilas dari arah depan ke belakang
3. Buang air kecil jangan ditahan
4. Celana dalam ketat? No way!
5. Mandi dengan air mengalir
6. Rajin mengkonsumsi ekstrak buah Cranberry.

Kenapa buah Cranberry? Karena buah ini mengandung Proantocyanidin yang dapat mencegah bakteri E.Coli menempel pada saluran kandung kemih. Nyari buahnya di mana? Nggak perlu repot-repot bin jauh-jauh.. sekarang udah ada ekstrak Cranberry dari Prive Uri-Cran.

gambar: uricran.co.id